“Semua keyakinan, keinginan dan harapan kamu, taruh disini…. Di depan kening kamu… jangan menempel. Biarkan… Dia… Menggantung…. Mengembang … 5 centimeter… Di depan kening kamu… Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu! (Novel 5cm)
Bagaimana mungkin semudah itu? Apakah Tuhan akan langsung mengabulkan impianmu hanya dengan modal nempel jari di jidat? Inilah yang disebut kekuatan harapan. Dia memang tak kasatmata, tapi mampu menggerakan hati setiap insan manusia. Hanya orang-orang yang memiliki mimpi yang mampu melihatnya. Melalui tulisan #ResolusiSisters2017 ini, saya ingin berbagi impian kepada sisters lainnya di luar sana. Kisah yang bahkan mungkin tak cukup dijabarkan dalam satu malam.
Tahun ini menjadi tahun yang paling menantang dalam hidup saya. Ada banyak harapan yang hendak digapai, dan salah satunya impian untuk mendapatkan pekerjaan. Profesi saya saat ini sebagai “job seeker”, istilah halus dari kata pengangguran lebih tepatnya. Sudah hampir setahun mencari pekerjaan kesana kemari. Gagal dan ditolak? Ah, sudah biasa. Ditipu perusahaan abal-abal? Saya sudah kebal di php-in. Ini serius! Entah sudah berapa kali saya ditipu. Sumpah awalnya sedih banget. Saya yang lagi begitu semangatnya mencari kerja, harus menelan pil pahit karena telah ditipu oleh sekelompotan orang-orang jahat yang memanfaatkan situasi. Maklum fresh graduate, masih panas-panas taik ayam kalau kata nenek saya.
Pengalaman inilah yang mengajarkan saya untuk lebih aware dalam mencari pekerjaan. Saya harus lebih teliti dan tidak sembarang mengirimkan lamaran tanpa mengetahui latar belakang perusahaan tersebut. Pengalaman ini juga menegur saya untuk tidak terbuai dengan iming-iming manis yang ditawarkan. Please, come to your sense! Semua pekerjaan di dunia ini butuh usaha keras. Masa kerja enak bisa dapat gaji besar (lain cerita kalau ente yang punya tu perusahaan).
Dulu saya berpikir, jika sudah memiliki gelar sarjana pasti akan sangat mudah mendapat pekerjaan. Justru realita berkata sebaliknya. Sudah tidak terhitung berapa banyak perusahaan yang saya coba pinang, mulai dari sekelas BUMN, perusahaan tingkat multinasional, hingga perusahaan yang bahkan namanya saja baru pertama kali saya dengar. Namun perjuangan saya tak kunjung berbuah manis. Saya sempat merasa begitu putus asa. Begitu terpuruk dengan keadaan yang ada. Apa yang salah?
Saya percaya, Tuhan bukannya tak mau menolong. Mungkin saya diminta untuk sedikit lebih bersabar. Karena setiap kesuksesan itu tidak melalui cara yang instan. Harus ada pengorbanan dan perjuangan yang menjadi kompensasinya. Tak hanya sampai disitu, bumbu-bumbu drama turut menghiasi perjuangan hidup ini. Berbagai cemoohan seakan menuntut saya untuk tidak boleh memiliki kesempatan hidup lebih baik. Saya tidak tahu pasti, apakah jaringan pada encephalon mereka yang tersumbat hingga tak mampu berpikir atau mereka tidak pernah mendengar istilah “Dunia pasti berputar”?. Lagi-lagi saya tak pernah peduli. Toh hidup saya bukan ditentukan oleh ocehan mereka.
Ah, hidup ini terlalu singkat untuk dirutuki. Gagal tes kerja lagi? Berarti belum rezeki. Setidaknya saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Terus mengasah kemampuan dan memantaskan diri. Karena saya tidak akan menyerah untuk mengejar mimpi. Nikmati sajalah prosesnya!
“Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan” - Robert F. Kennedy